Berkat HP nilaiku OK

 

 

BERKAT HP NILAIKU OK

 

 

 

 

Penulis:





NUR ISTIQOMAH, S.Pd

Guru Fisika

SMA BAKTI PONOROGO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.    PENDAHULUAN

 

Siapa sih yang gak kenal alat komunikasi yakni HandPhone alias Hp. Jawabnya moyaritas pasti kenal dan punya, bahkan ada yang gak cuma satu. Handphone atau telepon seluler pertama kali ditemukan pada tahun 1973 oleh Martin Cooper. Dia adalah seorang karyawan perusahaan Motorola. Perkembangn teknologi alat komunikasi ini sangatlah cepat, mulai dari Generasi 0 “Handie Talkie”, Generasi I “1G”, Generasi II “2G”, Generasi III “3G” dan Generasi IV “4G”. Didalamnya pun banyak tawaran aplikasi-aplikasi yang menarik seperti WhatsApp, Chrome, Email dll. Bahkan Hp sudah memasuki seluruh segmen dalam kehidupan kita, di sekolah, di tempat kerja, akses lalu lintas sampai Forum jual beli barang secara Online. Wow… Luar biasa, apa jadinya di zaman sekarang jika kita tanpa Hp bagaikan sayur tanpa garam mungkin ya hehehe.

 

B.  ISI

Hp memang telah memasuki kehidupan kita, tapi pernahkan terfikirkan apa dampak dari Hp ini. Tentu ada hal baik dan kurang baik didalamnya. Menurut Cristian, A. G (2016) Sejak awal kemunculan Hp prestasi belajar siswa menurun, disebabkan adanya game yang dapat diakses dengan mudah melalui Hp. Terjadi beberapa penyimpangan sosial anak lewat komunikasi di Hp (SMS, WA, BBM). Anak semakin mudah menjelajahi apapun yang ingin mereka ketahui lewat situs internet di Hp. Ngeri nih kalau sampai disalah gunakan.

Terlepas dari itu semua, semakin kesini masyarakat dan anak – anak semakin bijak dalam mennggunakan Hp. Penggunaan Hp sangat membantu proses belajar mengajar di sekolah. Terlebih saat pandemi seluruh pembalajaran dilaksanakan secara daring dan virtual meeting. Hp sangat relevan sebagai media belajar yang modern, mudah diakses, dan tentunya menarik (Gibbs, 2013). Lantas bagaimana memaksimalkan Hp sebagai media belajar yang tepat?

Banyak tawaran aplikasi belajar di Hp, bahkan ada course online alias les online juga. Channel youtube yang berisi konten-konten pembalajaran juga tidaklah sedikit. Hal ini tentunya jika dipadukan dengan metode pembalajaran yang efektif dan disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan akan sangat membantu guru dalam menentukan media belajar yang relevan dan up todate. Terkhusus mata pelajaran yang mungkin bersifat abstrak, teoritis, dan hitungan dapat direpresantisan dalam bentuk yang menarik, sederhana dan mudah dipahami. Seperti mata pelajaran Fisika misalnya. Salah satu media belajar berbasis handphone adalah Phet simulation. Media ini bisa mengantarkan siswa membangun pengetahuannya dengan bantuan simulasi dan virtual laboratorium Okimustava, et al., 2014). Siswa bisa bereksperimen secara maya dengan Phet simulation, Keren bukan!.

Tak hanya sebagai media pembelajaran saja, Hp dimasa kini juga dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan asesmen pembelajaran. Berbagai tawaran model asesmen pembelajaran melalui aplikasi di Hp seperti penggunaan Google Form, Quizizz, Kahoot, Fyrebox dan Asesmen Nasional berbasis computer yang dikembangkan oleh PUSMENJAR. Tawaran aplikasi ini memudahkan guru dan siswa dalam proses penilaian. Beberapa keuntungan yang didapat dengan memanfaatkan Hp sebagai srana penilaian adalah nilai dan jawaban bisa dirilis langsung setelah ujian berakhir, bahwakan siswa bisa mengecek dimana letak kesalahan dan bagaimana pembenaran atas jawaban mereka saat itu juga. Dampak lain tentunya paperless, kita semakin sedikit menggunakan bahan kertas untuk melakukan penilaian. Tentunya dengan memanfaat Hp soal dan jawaban siswa akan terekam secara elektronik dan bisa digunakan/dibuka kapan saja.

Hal – hal yang perlu diperhatikan guru saat mengizinkan anak mengakses Hp didalam kelas antara lain:

1.      Profesionalisme guru yang selalu mempertimbangkan situasi dan kondisi kapan sekiranya diperlukan Hp, kapan tidak. Tidak semua materi pembelajaran harus didampingi dengan penggunaan Hp.

2.      Menggunakan handphone pada waktu-waktu tertentu, membatasi penggunaan Hp saat disekolah maupun dirumah.

3.      Menumbuhkan Kesadaran dari setiap pelajar bahwasannya Hp bukanlah gaya Hidup tapi kebutuhan hidup, sehingga siswa dapat memanfaatkan Hp untuk memudahkan kehidupannya. Bukan untuk Gaya gayaan dan Hedonisme semata.

4.      Melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkala, serta mengajak orang tua dan masyarakat sekitar untuk selalu mnegajak dan mengawasi anak anak dalam penggunkaan Hp. Jangan sampai  siswa melakukan hal yang dapat meresahkan lingkungan sekolah dan pelajar itu sendiri.

 

 

C.    PENUTUP

Pemilihan media belajar yang tepat dan penilaian yang relevan pasti akan berdampak positif terhadap hasilnya. Tak sedikit siswa yang merasa terbantu dalam proses belajar dengan dimanfaatkannya Hp di lingkungan sekolah. Mereka belajar banyak hal, tidak hanya mengadopsi dari luar namun mereka juga berproduksi. Seperti membuat video animasi lalu diunggah di Youtube. Berikut contoh hasil karya siswa dalam bentuk karya animasi pada mata pelajaran Fisika:



 



 



Selamat mencoba, menghadirkan Hp beserta seluruh dampak positifnya ke dalam kelas anda. Tidak sedikit siswa yang merasa barkat Hp nilainya semakin Ok!.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Cristian, A. G. 2016. Pengaruh Handphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Riset Universitas Cenderawasih Vol 1 2016

Okimustava, O., Ishafit, Suwondo, N., Resmiyanto, R., & Praja, I.R.A. 2014. Pengembangan Kuliah Eksperimen Fisika dengan Teknologi Multimedia. Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, 1(1): 1.

Gibbs, G.  2013.  Learning by Doing. Oxford:  Centre for staff and learning development. 



Komentar

Postingan Populer