Gamelan Dalam Kajian Fisika

 

FREKUENSI PEMANGGIL MEMORI

(DEMUNG DALAM KAJIAN FISIKA)

Nur Istiqomah, S.Pd

 


Kajian mengenai aspek fisika pada gamelan telah banyak mengundang peneliti terdahulu baik dalam negeri maupun peneliti dari mancanegara. Demung merupakan bagian dari set gamelan yang memiliki Laras Slendro. Demung dipercaya dapat mengobati stress dan gila, bagaimana bisa??

Saya pernah memainkan Demung waktu saya KKN di salah satu desa di Ponorogo, setelah saya mainkan memang lantunan nada yang dihasilkan oleh gamelan salah satunya Demung membuat hati saya tenang. Memori ketika saya masih duduk dibangku sekolah dasar saat bermain disawah, bermain engkleng, hidup ala pedesaan tiba – tiba muncul. Lalu saya coba mencari sumber darimana datangnya memori itu, ternyata frekuensi yang dihasilkan Demung memanglah unik. Satu bilah demung dapat menghasilkan frekuensi tinggi dan rendah secara bergantian, WOW…. Ini gokil, ekspektasi saya soal gamelan selama ini dengan aura mistisnya dirusak oleh kekaguman saya dengan keunikan alat music tradisional jawa ini.

Pada saat kita mendengarkan music gamelan khususnya demung dengan laras slendro ini tanpa sadar kita sedang dihujani oleh berbagai macam frekuensi. Sebagai fenomena fisika bunyi gamelan dalam repertoar karawitan dapat dipandang sebagai gelombang akustik, atau dikenal juga sebagai gelombang bunyi. Gelombang bunyi dapat merambat melalui medium padat cair dan gas. Partikel – partikel bahan pada media yang mentransmisikan gelombang seperti itu berisolasi di dalam arah penjalaran gelombang itu sendiri. Gelombang seperti ini dikenal dengan istilah gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya.

Dibidang fisika bunyi terdapat dua parameter/ besaran pokok yaitu periode (T) dan amplitude (A) serta dua besaran turunan yaitu frekuensi (f) dan cepat rambat (v). Keempat besaran tersebut membentuk karakteristik masing – masing bunyi. Tahukah bila gelombang bunyi bersumber dari getaran sebuah benda…getaran tersebut bisa merangsang benda lain ikut bergetar yang disebut dengan resonansi. Ketika kita mendengarkan bunyi ada bagian-bagian dalam tubuh kita yang juga merasakan getaran dan sensasinya. Dan getaran tersebut salah satunya ditentukan oleh nilai frekuensi suatu getaran. Oleh karena itu bunyi dapat merangsang telinga dan otak manusia sehingga menimbulkan sensasi pendengarnya.

Hmm … jadi kenapa pas kita mendengarkan lagu mellow jadi ikutan sedih, denger lagu koplo bawaanya pengen joget, denger lagu ini jadi inget mantan….eh. Jawabannya ya karena kita telah ditarik oleh sensasi bunyi tersebut yang dihasilkan dari pola frekuensinya. Yang merangsang otak kita untuk memanggil kembali memori yang pernah ada.

Komentar

Postingan Populer